{"id":101436,"date":"2026-08-24T07:31:08","date_gmt":"2026-08-24T00:31:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/08\/24\/karhutla-capai-64-341-hektare-polri-tetapkan-72-tersangka-dan-sita-35-korek-api\/"},"modified":"2026-08-24T07:31:08","modified_gmt":"2026-08-24T00:31:08","slug":"karhutla-capai-64-341-hektare-polri-tetapkan-72-tersangka-dan-sita-35-korek-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/08\/24\/karhutla-capai-64-341-hektare-polri-tetapkan-72-tersangka-dan-sita-35-korek-api\/","title":{"rendered":"Karhutla Capai 64.341 Hektare, Polri Tetapkan 72 Tersangka dan Sita 35 Korek Api"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/nqgJCeXNt-8MO24xBcOcMYd3JsoJ7x2AAL8UC-R7nlM\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTA5MzEvMjAyNjA4MjQwNjM2LW1haW4uanBn.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Bareskrim Polri sudah menetapkan 72 orang sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Sebanyak 35 korek api, botol plastik berisi oli bekas, serta BBM jenis solar dan pertalite disita sebagai barang bukti.<\/p>\n<p>Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Irhamni menyebut 35 korek api tersebut menjadi bukti ada unsur kesengajaan membakar lahan hingga menyebabkan karhutla. Polisi juga menyita jeriken berkapasitas 10 liter berisi solar, botol plastik berisi minyak tanah, 21 parang, dua kapak, serta cangkul.<\/p>\n<p>&#8220;39 batang kayu bekas terbakar, lima plastik sampel tanah terbakar, dua unit chainsaw, 13 plastik bekas polybag dan enam batang bibit sawit, satu pasang sepatu boot,&#8221; kata Irhamni dalam keteranganya, Minggu 24 Agustus.<\/p>\n<p>Menurut Irhamni, barang bukti tersebut menunjukkan motif pembakaran adalah pembukaan lahan. Terlebih, saat ini musim panas sehingga pembakaran mudah dilakukan sebelum lahan ditanami perkebunan sawit pada musim hujan.<\/p>\n<p>Selain menetapkan 72 orang sebagai tersangka, Polri terus mengejar pelaku lain, termasuk orang yang menyuruh dan pihak yang memperoleh keuntungan dari kejahatan pembakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>\n<p>Polri mencatat luas karhutla di sejumlah wilayah Indonesia hingga kini mencapai 64.341 hektare. Sebanyak 39.999 hektare dari total area terbakar telah berhasil dipadamkan dan dikendalikan oleh tim gabungan.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi berkat kerja keras dari tim gabungan Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat di lapangan sebesar 39.999 hektar atau 62 persen dari total area terbakar telah berhasil dipadamkan dan dikendalikan,&#8221; kata Kepala Biro Pembinaan Operasi Staf Utama Operasi (Karobinops Stamaops) Polri Brigjen Auliansyah Lubis.<\/p>\n<p>Auliansyah mengatakan sebanyak 48.656 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu 22 Agustus. Hasil verifikasi darat mengonfirmasi 7.872 titik api masih aktif.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi lebih kurang dari seluruh dari hotspot tadi sekitar 16,17 persen. Sebagian besar terkonsentrasi di lima provinsi prioritas,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Lima provinsi prioritas tersebut, yakni Kalimantan Barat dengan 2.849 titik api, Riau 1.201 titik api, Sumatera Selatan 1.105 titik api, Kalimantan Selatan 738 titik api, dan Kalimantan Tengah 674 titik api.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/590931\/karhutla-capai-64-341-hektare-polri-tetapkan-72-tersangka-dan-sita-35-korek-api\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Bareskrim Polri sudah menetapkan 72 orang sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Sebanyak 35 korek api, botol plastik berisi oli bekas, serta BBM jenis solar dan pertalite disita sebagai barang bukti. Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Irhamni menyebut 35 korek api tersebut menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":101437,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-101436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101436"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101436\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/101437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}