{"id":100547,"date":"2026-08-20T06:27:43","date_gmt":"2026-08-19T23:27:43","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/08\/20\/gaza-menjadi-tempat-paling-mematikan-bagi-pekerja-kemanusiaan\/"},"modified":"2026-08-20T06:27:43","modified_gmt":"2026-08-19T23:27:43","slug":"gaza-menjadi-tempat-paling-mematikan-bagi-pekerja-kemanusiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/08\/20\/gaza-menjadi-tempat-paling-mematikan-bagi-pekerja-kemanusiaan\/","title":{"rendered":"Gaza Menjadi Tempat Paling Mematikan Bagi Pekerja Kemanusiaan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Jalur Gaza, Palestina tetap menjadi lokasi paling mematikan bagi pekerja kemanusiaan, menyumbang lebih dari separuh jumlah kematian mereka di seluruh dunia pada tahun lalu, ungkap PBB dalam laporan yang dirilis pada hari Rabu untuk memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia.<\/p>\n<p>Lebih dari 350 pekerja kemanusiaan tewas di seluruh dunia pada tahun 2025, dari total lebih dari 900 orang yang menjadi korban kekerasan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dilansir dari The National (20\/8).<\/p>\n<p>Di Gaza, 186 pekerja kemanusiaan tewas &#8211; 68 persen di antaranya akibat serangan udara &#8211; menjadikan wilayah tersebut lokasi paling mematikan selama tiga tahun berturut-turut, kata OCHA. <\/p>\n<p>Sudan menempati urutan kedua sebagai tempat paling mematikan dengan 71 korban jiwa, sebagian besar akibat tembakan senjata api ringan.<\/p>\n<p>Republik Demokratik Kongo menyusul di urutan berikutnya; kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan di sana meningkat dua kali lipat pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 97 orang menjadi sasaran.<\/p>\n<p>Negara-negara lain dengan tingkat kerawanan tinggi meliputi Ukraina, Ethiopia, Suriah, Haiti, Chad, dan Kamerun, di mana bentuk kekerasan yang paling umum terjadi adalah penculikan dan serangan udara.<\/p>\n<p>&#8220;Lebih dari 1.000 pekerja kemanusiaan telah tewas hanya dalam kurun waktu tiga tahun, dan hal itu sama sekali tidak dapat diterima,&#8221; ujar Koordinator Bantuan Darurat OCHA Tom Fletcher.<\/p>\n<p>Kasus penculikan oleh aktor non-negara dan kelompok kriminal meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2024, mencapai angka 235, sementara jumlah kasus cedera serius juga mengalami peningkatan.<\/p>\n<p>Selain itu, *Aid Worker Security Database* mencatat adanya 280 kasus penahanan dan penangkapan pekerja kemanusiaan oleh aktor negara pada tahun 2025.<\/p>\n<p>Yaman, Sudan Selatan, Republik Demokratik Kongo, Myanmar, dan Palestina secara keseluruhan menyumbang 75 persen dari total kasus penahanan dan penangkapan pekerja kemanusiaan oleh negara. Yaman sendiri mencatat sepertiga dari seluruh kasus penahanan pekerja kemanusiaan pada tahun 2025.<\/p>\n<p>Perjalanan darat tetap menjadi situasi paling berbahaya bagi pekerja kemanusiaan pada tahun lalu, mencakup 27 persen dari seluruh insiden kekerasan, sementara kantor, kompleks, dan lokasi proyek menyumbang 20 persen lainnya.<\/p>\n<p>Hal ini menyoroti kegagalan pihak-pihak yang bertikai dalam menghormati operasi dan infrastruktur kemanusiaan.<\/p>\n<p>Fletcher menambahkan, penggunaan pesawat nirawak (drone) bersenjata yang murah telah meningkatkan risiko bagi para pekerja kemanusiaan. <\/p>\n<p>&#8220;Teknologi mungkin berubah, namun hukum perang tidak,&#8221; ujarnya dalam sebuah pernyataan untuk memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia.<\/p>\n<p>Pada Bulan Maret, serangan pesawat nirawak (drone) menghantam Goma di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC), menewaskan sedikitnya tiga orang &#8211; termasuk seorang pekerja kemanusiaan &#8211; sementara konvoi bantuan di Sudan dan Ukraina juga telah berulang kali menjadi sasaran serangan.<\/p>\n<p>&#8220;Melayani sesama kini menjadi jauh lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya,&#8221; kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menjelang rangkaian acara peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Bendera dikibarkan setengah tiang di markas besar PBB di New York dan Jenewa sebagai penghormatan bagi mereka yang gugur.<\/p>\n<p>Hari Kemanusiaan Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 19 Agustus untuk mengenang peristiwa pengeboman markas besar PBB di Baghdad pada tahun 2003.<\/p>\n<p>Sebanyak 22 staf PBB, termasuk Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Irak, Sergio Vieira de Mello, tewas dalam peristiwa tersebut.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/590406\/gaza-menjadi-tempat-paling-mematikan-bagi-pekerja-kemanusiaan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Jalur Gaza, Palestina tetap menjadi lokasi paling mematikan bagi pekerja kemanusiaan, menyumbang lebih dari separuh jumlah kematian mereka di seluruh dunia pada tahun lalu, ungkap PBB dalam laporan yang dirilis pada hari Rabu untuk memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia. Lebih dari 350 pekerja kemanusiaan tewas di seluruh dunia pada tahun 2025, dari total lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":100548,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-100547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 months ago","modified":"2 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100547"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100547\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}